13 Pesan Umum Gizi Seimbang (PUGS) : 1. Makanlah beraneka ragam makanan. 2. Makanlah makanan untuk memenuhi kecukupan energi. 3. Makanlah makanan sumber karbohidrat setengah dari kebutuhan energi. 4. Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari kebutuhan energi. 5. Gunakan garam beriodioum. 6. Makanlah makanan sumber zat besi. 7. Berikan ASI saja kepada bayi sampai umur 4 bulan. 8. Biasakan makan pagi. 9. Minumlah air bersih dan aman yang cukup jumlahnya. 10. Lakukan kegiatan fisik dan olahraga secara teratur. 11. Hindari minum minuman beralkohol. 12. Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan. 13. Bacalah label makanan yang dikemas.
Tampilkan postingan dengan label Sayuran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sayuran. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Desember 2010

Sayuran Pencegah Kanker


Suka tomat, brokoli atau bayam? Kalau ya, berarti Anda sudah mulai menyiapkan tubuh untuk melawan sel-sel kanker dalam tubuh. Bukan hanya kandungan seratnya saja, vitamin dan mineral dalam berbagai sayuran mampu membuat sel kanker tak berkutik!

Selama ini kanker jadi momok menakutkan bagi masyarakat dan menjadi salah satu penyebab tertinggi kematian di Indonesia. Tak usah cemas, asal hidup sehat dan makan teratur dijamin tubuhpun akan mampu melawan sel-sel kanker. Karena umumnya kanker dipicu oleh gaya hidup dan pola makan yang kurang seimbang.

Jika suka mengonsumsi sayuran, makan Anda termasuk orang yang beruntung. Selain mendapatkan nutrisi yang lengkap, sayuran juga dapat menekan berbagai macam penyakit. Salah satunya adalah kanker. Ada beberapa jenis sayuran yang dapat melawan sel kanker sejak dini, seperti yang dilansir oleh methodofhealing, berikut ini:
Tomat
Tanaman satu ini sering dianggap buah, namun kebanyakan orang menyebutnya sebagai sayur. Karena tomat sering dipergunakan untuk memasak. Tomat memiliki kandungan likopen yang telah dikaitkan dapat mengurangi resiko kanker ovarium, kanker serviks dan kanker porstat.

Brokoli
Sayuran satu ini juga memiliki peran penting yang dapat melawan resiko kanker payudara, kanker perut, dan kanker kulit. Karena brokoli mengandung sulforaphane.

Kembang kol dan Kubis
Sayuran ini juga mengandung sulforaphane, yang berperan melawan kanker, namun kadarnya tidak setinggi pada brokoli.

Wortel dan Labu
Kedua jenis sayuran ini kaya akan beta karoten yang sangat baik untuk daya tahan tubuh. Pro vitamin menunjukan sifat antioksidan yang membantu dalam mengurangi resiko tinggi pada kanker.

Bayam
Ingat tokoh kartun Popeye yang suka makan bayam? Kebiasaannya boleh juga ditiru, sebab bayam memiliki kandungan lutein yang tinggi, vitamin E, dan antioksidan yang dapat membantu dalam mengurangi resiko terkenanya kanker usus besar, ovarium, hati dan prostat.

Ternyata mencegah tumbuhnya sel kanker cukup mudah bukan? Makan saja sayuran secara rutin tiap hari, bergantian jenisnya. Pilihlah produk organik yang bebas pestisida, agar manfaat maksimalnya sebagai pencegah kanker bisa langsung dirasakan.



sumber : www.detikfood.com
Selengkapnya...

Minggu, 12 Desember 2010

8 Kiat Memasak Sayuran


Berikut ini beberapa kiat meminimalkan kerusakan zat gizi pada sayuran yang dimasak:

1. Pengupasan, terutama kentang dan wortel, sebaiknya dilakukan seminimal mungkin agar tidak terlalu banyak menghilangkan zat gizi yang justru terdapat di dekat kulit.

2. Pencucian sebaiknya dilakukan sebelum sayuran dipotong-potong agar tidak banyak melarutkan zat gizi.

3. Pemotongan sebaiknya dilakukan dengan ukuran agak besar. Semakin kecil ukuran bahan, semakin banyak vitamin dan mineral yang terlarut saat dicuci. 4. Pemasakan dilakukan dengan sesedikit mungkin air. Apabila sayuran berkuah, usahakan untuk meminum kuahnya.

5. Memasukkan sayuran ke dalam panci sebaiknya dilakukan jika air telah mendidih untuk memperpendek waktu kontak dengan air panas. Pemasakan dengan cara dikukus lebih sedikit menghilangkan zat gizi dibandingkan dengan direbus.

6. Biarkan panci terbuka selama perebusan agar asam-asam menguap sehingga sayuran tetap berwarna hjau, tidak kecoklatan.

7. Pada pembuatan sayuran bersantan (sayuran lodeh misalnya), gunakan air perebus sesedikit mungkin. Setelah sayuran lunak, baru dimasukkan santan dan diaduk agar santan tidak pecah.

8. Pada penumisan, gunakan minyak nabati sebagai media penggoreng. Masukkan sayuran ke dalam wajan yang telah panas dan tutup sebentar. Setelah keluar uap, wajan dibuka agar warna sayuran tidak berubah. Penumisan sangat baik dilakukan untuk melarutkan vitamin A, D, E, dan K pada sayuran sehingga menjadi mudah diserap di dalam tubuh.

sumber: health.kompas.com
Selengkapnya...