13 Pesan Umum Gizi Seimbang (PUGS) : 1. Makanlah beraneka ragam makanan. 2. Makanlah makanan untuk memenuhi kecukupan energi. 3. Makanlah makanan sumber karbohidrat setengah dari kebutuhan energi. 4. Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari kebutuhan energi. 5. Gunakan garam beriodioum. 6. Makanlah makanan sumber zat besi. 7. Berikan ASI saja kepada bayi sampai umur 4 bulan. 8. Biasakan makan pagi. 9. Minumlah air bersih dan aman yang cukup jumlahnya. 10. Lakukan kegiatan fisik dan olahraga secara teratur. 11. Hindari minum minuman beralkohol. 12. Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan. 13. Bacalah label makanan yang dikemas.
Tampilkan postingan dengan label diet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label diet. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Mei 2013

Kolesterol Tinggi Pemicu stroke

Menghujat sang kolesterol sebagai pemicu stroke sudah sering kita lakukan. Dia dijuluki sebagai salah satu pembunuh. Tapi bagaimana sesuatu yang sebenarnya berjasa membantu bagi pembentukan tulang dan kinerja hormon dalam tubuh, perlahan tapi pasti mampu membuat tubuh tidak berdaya, terkena stroke.

Stroke adalah keadaan dimana pasokan darah menuju bagian otak mengalami gangguan. Jika terjadi kekurangan darah dalam otak, hal ini akan mengakibatkan serangkaian reaksi biokimia yang bisa mematikan sel-sel saraf di otak. Kerusakan jaringan otak menyebabkan otak tidak mampu mengendalikan fungsi jaringan otak.

Penyakit stroke terjadi karena penyumbatan pada pembuluh darah yang diakibatkan oleh emboli yang terdiri dari kolesterol dan udara. Kolesterol yang merupakan senyawa lemak berlilin yang sebagian besar diproduksi tubuh di dalam hati dan sebagian lainnya didapatkan dari makanan. Senyawa ini tidak dapat diedarkan langsung oleh darah, sehingga diperlukan suatu molekul “pengangkut” yang disebut lipoprotein. Ada dua jenis lipoprotein : yaitu high-density lipoprotein (HDL) dan low-density lipoprotein (LDL). LDL yang biasa dinamakan kolesterol jahat, bila terlalu banyak, akan menyebabkan sumbatan arteri karena menumpuknya lemak pada dinding pembuluh yang mengalirkan darah ke jantung dan otak. Lemak ini kemudian mengental, mengeras dan akhirnya membentuk plak yang dinamakan atherosklerosis.

Gejala yang terasa antara lain merasa pusing atau kehilangan keseimbangan atau koordinasi. Bisa juga kejang dalam bentuk gerakan-gerakan yang tidak terkendali. Komplikasi stroke antara lain fungsi jantung yang terganggu, terjadi gangguan menelan dan berkomunikasi, kelemahan, mati rasa, lumpuh pada wajah, bahkan dapat menimbulkan koma dan kematian.

Faktor risiko stroke yang tidak dapat dikendalikan adalah usia, jenis kelamin, ras, riwayat penyakit pada keluarga dan riwayat stroke sebelumnya. Pengendalian faktor risiko stroke ini akan menurunkan risiko seseorang untuk terkena stroke. Sebagai contoh, tekanan darah yang terkendali di bawah 130/80 mmHg akan menurunkan risiko seseorang terkena stroke. Yang tak kalah penting, menjaga kadar kolesterol dalam darah, merupakan upaya pencegahan penyakit stroke yang efektif.

Kadar kolesterol dalam tubuh adalah satu faktor terpenting untuk menentukan risiko seseorang menderita penyakit pembuluh darah jantung. Framingham Study, sebuah penelitian di AS, menunjukkan hasil, seseorang dengan kadar kolesterol dalam darah sebanyak 260 mg%, empat kali lebih besar kemungkinannya terkena serangan jantung fatal, jika dibandingkan dengan orang yang kadar kolesterolnya di bawah 200 mg%. Kadar kolesterol dan lemak dalam darah secara langsung berhubungan dengan sumbatan-sumbatan pada pembuluh darah nadi koroner dan nadi otak.

Jeremiah Stamler, M.D.-pakar dari Fakultas Kedokteran Universitas Northwestern meyakinkan kita, bahwa makanan yang kaya akan kolesterol sebagai penyebab utama penyumbatan atau penyempitan pembuluh darah nadi. Penyakit ini telah dibuktikan terjadi pada kalangan para kaum imigran Jepang yang pindah ke California, AS. Semula mereka di Jepang terbiasa makan rendah lemak dan kolesterol, namun setelah menetap di negara Paman Sam tersebut konsumsi lemak mereka meningkat dari 10% menjadi 40% dari total kalori. Terjadi peningkatan kadar kolesterol dari 150 menjadi 228 mg%. Akibatnya terjadi peningkatan sepuluh kali kematian mereka, hampir sama dengan angka kematian laki-laki di AS. Maka, tak ada jalan terbaik untuk berdiet rendah lemak jenuh dan kolesterol sebagai upaya pencegahannya.

Diet Rendah Kolesterol

Tujuan diet ini tentunya sebagai upaya menurunkan kadar kolesterol dan lemak dalam darah sekaligus menurunkan berat badan bila terlalu gemuk. Beberapa prinsip dalam diet ini, adalah penggunaan lemak dibatasi (terutama lemak jenuh); lebih banyak menggunakan lemak tak jenuh; jumlah kalori dibatasi pada penderita yang gemuk; sebaliknya kandungan seratnya tinggi; sementara itu konsumsi protein tetap sesuai kebutuhan.

Yang Perlu Dibatasi

Makanan yang perlu dibatasi untuk dikonsumsi, yaitu sumber zat tenaga, seperti : mie, roti putih, ketan, kue-kue, cake, biskuit. Yang lain sumber protein hewani: daging tanpa lemak1 x per mg, ayam 3 x per mg, bebek, sarden (makanan kaleng), udang, cumi dan kuning telur 1 x per mg. Selain itu, sayuran yang mengandung gas: kol, sawi, nangka muda, nanas. Jangan lupa untuk membatasi makanan berlemak/digoreng dan menggunakan santan kental. Termasuk juga minuman yang mengandung soda dan alkohol: teh kental, tape,dan kopi.

Yang Perlu Dihindari

Makanan-makanan yang dihindari, adalah makanan mengandung lemak jenuh, contoh: minyak yang berasal dari hewan; lemak sapi, babi, kambing, susu penuh (full cream), cream, keju, mentega. Termasuk juga minyak kelapa, santan kental, mayonaise, daging berlemak (daging merah) dan jeroan: kambing, sapi, babi, otak, limpah, ginjal, hati,kuning telur, ham sosis, babat, usus. Hindari juga minuman yang mengandung soda dan alkohol: arak, bir dan soft drink.

Yang Dianjurkan

Sebagai gantinya, makanan-makanan yang dianjurkan adalah : yang mengandung lemak tak jenuh: minyak yang berasal dari tumbuh-tumbuhan; minyak kacang tanah, minyak kelapa sawit, minyak jagung, minyak kedelai, margarin. Sumber zat tenaga atau karbohidrat: nasi, nasi tim, bubur, roti gandum, makaroni, pasta, jagung, kentang, ubi dan talas, havermout, sereal (karbohidrat kompleks yang banyak mengandung serat). Sedangkan sumber protein: tahu, tempe, oncom, kacang-kacangan. Yang berasal dari hewan, yaitu daging tak berlemak, ayam tanpa kulit, ikan.

Selain itu dianjurkan adalah sayuran yang tidak menimbulkan gas: bayam, buncis, labu kuning, labu siam, wortel, tomat, tauge, kacang panjang. Makanan yang tidak berlemak dan menggunakan santan encer. Minyak dapat digunakan untuk menumis, karena makanan yang ditumis lebih dianjurkan daripada digoreng.

Penggunaan porsi antara lain : minyak kedelai,minyak sawit, minyak kacang tanah atau minyak jagung dalam jumlah terbatas (1 sendok makan per hari). Penggunaan daging merah maksimum 2x seminggu. Paling banyak 50 gr tiap kali makan. Makanlah ikan sebagai pengganti daging. Gunakan daging kurus (keluarkan bagian yang berlemak). Batasi penggunaan kuning telur maksimum 2 kali per minggu. Makan banyak sayuran dan buah-buahan segar. Sebagian dari sayur sebaiknya dimakan mentah atau sebagai lalapan (cuci bersih). Memasak dengan merebus, mengukus, mengungkep, menumis, memanggang, atau membakar.

Yang perlu diingat juga bila disertai dengan penyakit darah tinggi dan atau penyakit jantung diberikan pula diet rendah garam. Hati-hati dengan minuman atau suplemen berenergi (lebih baik konsultasikan dengan dokter). Inilah serangkaian apa yang dapat dilakukan sebagai investasi hidup sehat dengan diet rendah lemak jenuh dan kolesterol
Selengkapnya...

Jumat, 20 Juli 2012

Diet Anti Galau

Jika anda saat ini lagi galau mungkin salah satu penyebabnya adalah gizi anda kurang tepat, karena sesungguhnya apa yang kita makan akan berpengaruh terhadap suasana hati. Pengaruh cara makan yang benar , dapat anda rasakan langsung pada memori, suasana hati dan tentunya vitalitas anda. Mekanisme makanan/gizi dapat mempengaruhi suasana hati adalah adanya aktivitas sel-sel saraf otak kita. Otak manusia terdiri dari beratus juta sel saraf (neuron) yang saling berkomunikasi melalui massa penghantar saraf otak (neurotransmiter). Zat inilahnyang membantu menyalurkan rangsangan antar dua sel saraf atau antara sel saraf dan otot, serta bertugas mengatur berbagai fungsi saraf diantaranya sebagai pusat ingatan, pengontrol nafsu makan, mengatur fungsi mental, suasana hati, gerak tubuh dan siklus tidur dan bangun. Neurotransmiter sebagai penghantar saraf otak terbuat dari asam amino. Jumlah neurotransmiter berfluktuasi sesuai dengan asupan asam amino kita. Dampaknya jika ada satu neurotransmitter terganggu maka fungsi sel saraf juga kan ikut terganggu. Ada tiga neurotransmitter yang penting dalam mengatur suasana hati pencegah galau ini, tiga neurotransmitter itu adalah,
1. Serotonin, 2. Dopamin 3. Norepinefrin atau untuk memudahkan mengingat kita singkat SDN. Serotonin diproduksi di dalam otak dari asam amino triptofan. Intinya jika kita ingin bebas galau penuhi makanan yang dapat menjaga kebutuhan dan keseimbangan 3 neurotransmiter tersebut.
Kadar serotonin yang rendah akan menyebabkan rasa cemas, mudah marah, muncul keinginan melahap makanan yang manis-manis. Sebaliknya serotonin yang cukup akan membantu selera makan yang normal, pola tidur yang sehat, memperbaiki suasana hati, tidak galau serta meningkatkan kemampuan tubuh menahan rasa sakit.
FAKTA
1. Serotonin diproduksi di dalam otak dari asam amino triptofan
2. Mengkonsumsi makanan tinggi karbohidrat akan meningkatkan pengadaan triptofan di otak.
3. Mengkonsumsi makanan tinggi protein akan menurunkan produksi triptofan di otak. 4. Makanan sumber karbohidrat terutama karbohidrat tunggal dan makanan yang mempunyai indeks glikemik tinggi akan memacu tubuh mengeluarkan banyak hormone insulin hal tersebut akan berdampak tubuh mudah menyerap asam amino tetapi mengakibatkan asam amino triptofan menjadi sulit menuju otak karena didalam darah harus berkompetisi dengan asam amino lainnya
5. Neurotransmiter Dopamin dan Norepinefrin diproduksi oleh asam amino Tirosin. Dampak rendahnya neurotransmitter ini dapat menyebabkan meningkatnya depresi, dan gangguan emosional. Jika kadar ke dua neurotransmitter tersebut cukup maka kita menjadi segar dan tidak mudah mengantuk.
6. Makan-makanan sumber karbohidrat yang tinggi dan mempunyai indeks glikemik tinggi akan menyebabkan produksi insulin meningkat pesat selanjutnya insulin akan menyalurkan gula tersebut ke dalam sel-sel tubuh sehingga kadar gula darah akan turun dengan cepat akibatnya tubuh yang semula nyaman akan berubah menjadi lesu, lemah dan tak bersemangat.
7. Karena kekurangan vitamin B atau C membuat anda mudah depresi, mudah marah, gugup, lelah, bingung, kehilangan memori dan bahkan ketidak seimbangan emosi. Kekurangan Kalsium, zat besi, magnesium, selenium dan seng dapat menyebabkan kebingunan, depresi, dan sulit berkonsentrasi.

PREKRIPSI DIET ANTI GALAU
1. Waktu makan harus teratur yakni makan pagi, snack pagi, makan siang, snack sore dan makan malam.
2. Jangan sampai melewatkan makan ketika harus jam makan datang akan akan merusak keseimbangan neurotransmitter yang tentunya akan mengacaukan suasana hati dan membikin galau.
3. Jarak waktu makan agar dapat mencegah galau setiap 3 – 4 jam
4. Makanlah sumber Karbohidrat bersama dengan protein karena jika anda makan tidak seimbang maka dampaknya akan membuat produksi neurotransmitter terganggu 5. Pilih Karbohidrat komplek sebagai sumber utama pasokan karbohidrat. 6. Hindari makan-makanan yang manis-manis apalagi dikonsumsi tanpa ditemani protein.
7. Hindari terlalu sering konsumsi makanan yang digoreng untuk mencegah pasokan lemak yang terlalu tingi.
8. Jangan lupa cukupi sayur dan buah sebagai sumber Vitamin, mineral dan serat.
9. Cukup konsumsi makanan sumber Vitamin B dan C, serta mineral Kalsium, magnesium, zat besi, magnesium, selenium dan seng.
10. Jangan lupa cukupi air perhatikan tubuh anda cegah jangan sampai haus apalagi kehausan karena kekurangan cairan bikin tubuh kita menjadi galau.
Selengkapnya...

Kamis, 09 Juni 2011

Diabetes Mellitus, Apa dan Bagaimana....???


Banyak orang yang masih menganggap penyakit diabetes melitus merupakan penyakit orang tua atau penyakit yang hanya timbul karena faktor keturunan. Padahal, setiap orang dapat mengidap diabetes melitus, baik tua maupun muda. Menurut data WHO, Indonesia menempati urutan ke-4 terbesar dalam jumlah penderita diabetes melitus di dunia. Pada tahun 2000 saja, terdapat sekitar 5,6 juta orang Indonesia yang mengidap diabetes melitus. Angka ini diperkirakan meningkat setiap tahunnya hingga pada tahun 2030 mencapai 21,3 juta orang.

Lalu sebenarnya apa diabetes mellitus itu...???
Diabetes Melitus atau yang lebih dikenal oleh masyarakat dengan sebutan kencing manis merupakan penyakit yang terjadi akibat terganggunya proses metabolisme gula darah di dalam tubuh. Insulin yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas sangat penting untuk menjaga keseimbangan kadar glukosa, yaitu untuk orang normal (non diabetes) waktu puasa antara 60-120 mg/dl dan 2 jam sesudah makan dibawah 140 mg/dl. Bila terjadi gangguan pada kerja insulin, baik secara kuantitas maupun kualitas, keseimbangan tersebut akan terganggu sehingga kadar glukosa darah cenderung naik.

Apa gejala orang menderita diabetes mellitus...???
Ada tiga gejala klasik yang umumnya ditemui, yaitu poliuri (sering kencing), polidipsi (selalu merasa haus) dan polofagi (selalu merasa lapar). Namun, selain ketiga gejala tersebut, juga terdapat gejala lain, yaitu sering kesemutan, berat badan turun, rasa gatal-gatal, mata mulai kabur, luka/abses yang sulit sembuh, cepat lelah dan mengantuk, berat bayi lahir > 4 kg serta impotensi.

Siapa yang memiliki resiko mengidap diabetes mellitus...???
Penyakit diabetes mellitus kebanyakan adalah penyakit keturunan tetapi bukan penyakit menular. Meskipun demikian, tidak berarti bahwa penyakit ini pasti menurun kepada anak. Walaupun kedua orangtua menderita penyakit diabetes mellitus, kadang-kadang anaknya tidak ada yang menderita penyakit tersebut. Berikut siapa saja yang memiliki resiko menderita penyakit diabetes mellitus:
1. Kedua orangtua mengidap penyakit diabetes mellitus
2. Salah satu orangtua, saudara kandung atau salah satu anggota keluarga (nenek, paman, bibi, keponakan, sepupu) mengidap penyakit diabetes mellitus
3. Pernah melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4 kg
4. Pada waktu pemeriksaan kesehatan pernah ditemukankadar glukosa darah melebihi antara 140-199 mg/dl.
5. Berat badan termasuk kategori gemuk (obesitas)
6. Tes gula dalam urin positif

Penyakit diabetes mellitus janganlah dijadikan momok tapi kendalikanlah agar dapat hidup bahagia bersama diabetes. Bila diremehkan, komplikasi penyakit diabetes mellitus dapat menyerang seluruh anggota tubuh. Ternyata diabetisi mempunyai kecenderungan:
- dua kali lebih mudah mengalami stroke
- dua puluh kali lebih mudah buta
- dua kali lebih mudah mengalami penyakit jantung koroner/infark atau payah jantung
- tujuh belas kali lebih mudah mengalami gagal ginjal kronik
- lima kali lebih mudah menderita gangren
Jika kita mengetahui apakah sebenarnya penyakit diabetes mellitus itu dan kemudian merawatnya dengan baik, semua komplikasi tersebut akan tertunda atau batal pemunculannya. Kalau diabetisi sudah terlanjur mengidap komplikasi, perawatan dan pengobatan yang tertib dan baik akan mencegah kelanjutan komplikasi-komplikasi tersebut.

Bagaimana pengaturan makan bagi penderita diabetes melitus…???
Pengaturan makan merupakan pilar utama pengelolaan diabetes mellitus selain aktivitas fisik, edukasi kesehatan dan obat. Namun, Diabetisi (orang dengan diabetes) sering mendapat berbagai informasi tentang makanan dan diabetes melitus dari berbagai sumber yang tidak selalu benar. Informasi yang kurang tepat sering kali merugikan Diabetisi itu sendiri, antara lain tidak lagi dapat menikmati makanan kesukaan mereka.
Sebenarnya anjuran makan pada Diabetisi sama dengan anjuran makan sehat umumnya, yaitu makanan menu seimbang dan sesuai dengan kebutuhan kalori masing-masing. Sebaliknya anjuran makan bagi Diabetisi juga akan sangat baik untuk orang sehat yang non diabetes melitus dan juga untuk mencegah penyakit salah gizi yang lainnya.
Tujuan makan sesuai kebutuhan kalori adalah agar dapat mencapai dan mempertahankan berat badan yang normal. Pada Diabetisi yang gemuk, kadar gula darah sulit dikendalikan, sehingga berat badan perlu dibuat normal. Berat badan normal berkisar antara kurang dari 10% sampai lebih dari 10% dari berat badan ideal. Berat badan ideal adalah 90% x (tinggi badan dalam cm dikurang 100 kg). Bila tinggi badan 160 cm, maka berat badan idamannya adalah 90% x (160-100) kg = 54 kg. Berolahraga dengan teratur dapat membantu menurunkan berat badan dan mengendalikan kadar gula darah.
Selain perlu mencapai gula darah dan mempertahankan gula darah mendekati normal, Diabetisi juga perlu mencapai dan mempertahankan lemak darah serta tekanan darah yang normal. Diabetisi tak perlu takut makan dan dianjurkan makan bersama anggota keluarga lainnya, yaitu menu makanan yang seimbang sesuai kebutuhan gizi.
Kandungan zat gizi dalam makanan serta anjurannya untuk diabetisi sebagai berikut:
1. Karbohidrat
Karbohidrat merupakan sumber tenaga utama untuk kegiatan sehari-hari dan terdiri atas tepung-tepungan dan gula. Diabetisi dianjurkan mengkonsumsi padi-padian, sereal, buah dan sayuran karena mengandung serat tinggi, juga vitamin dan mineral. Makanan yang perlu dibatasi adalah gula, madu, sirup, kue kukis, dodol dan kue-kue manis lainnya. Karbohidrat sederhana seperti gula hanya mengandung karbohidrat saja tetapi tidak mengandung zat gizi penting lainnya sehingga kurang bermanfaat bagi tubuh.
2. Protein
Protein adalah zat gizi yang penting utuk pertumbuhan dan pengganti jaringan yanng rusak. Oleh karena itu perlu makan protein setiap hari. Sumber protein banyak terdapat dalam ikan, ayam, daging, tahu, tempe, dan kacang-kacangan.
3. Lemak
Lemak juga sumber tenaga. Bagi Diabetisi makanan jangan terlalu banyak digoreng, sebaiknya lebih banyak dimasak menggunakan sedikit minyak sepeti dipanggang, dikukus, dibuat sup, direbus atau dibakar. Batasi konsumsi makanan tinggi kolesterol seperti otak, jerohan, kuning
4. Vitamin & mineral
Vitamin dan mineral terdapat pada sayuran dan buah-buahan, berfungsi utuk membantu melancarkan kerja tubuh. Apabila kita makan makanan yang bervariasi setiap harinya maka tidak perlu lagi vitamin tambahan. Diabetisi perlu mencapai dan mempertahankan tekanan darah yang normal. Oleh karena itu perlu membatasi konsumsi natrium. Hindari makanan tinggi garam dan vetsin. Anjuran makan garam dapur sehari kira-kira 6-7 gram (1 sendok teh).
Bagaimana menu seimbang untuk diabetisi…???
Makanlah beraneka ragam makanan yang mengandung sumber zat tenaga, sumber zat pembangun serta sumber zat pengatur.
1. Makanan sumber zat tenaga mengandung zat gizi: karbohidrat, lemak, dan proten. Makanan sumber zat tenaga antara lain nasi serta penggantinya seperti roti, mie, kentang, dll.
2. Makanan sumber zat pembangun mengandung zat gizi protein dan mineral. Makanan sumber zat pembangun antara lain kacang-kacangan, tempe, tahu, telur, ikan, ayam, daging, susu, keju dll.
3. Makanan sumber zat pengatur mengandung vitamin dan mineral. Makanan sumber zat pengatur antara lain sayuran dan buah-buahan.

Untuk dapat makan sesuai kebutuhan gizi, anda perlu mengetahui kebutuhan kalori sehari. Selain membantu dalam kebutuhan kalori, ahli gizi juga menyaranakan variasi makanan sesuai dengan daftar bahan makanan penukar.
Porsi makanan hendaknya tersebar sepanjang hari, yaitu makan pagi, makan siang, dan makan malam serta kudapan diantara waktu makan. Diabetisi yang menggunakan insulin atau OHO, sebaiknya memperhatikan jadwal makan teratur, jenis serta jumlah makanan. Bila mereka makan tidak teratur, dapat menyebabkan hipoglikemia (penurunan kadar gula darah < 60 mg/dL) yang bisa membahayakan. Sebagai pedoman, dianjurkan makan 6 kali sehari yang terdiri dari 3 kali makan utama, 3 kali snack (kudapan) dengan interval 3 jam. Contoh:
- Pukul 06.30 makan pagi
- Pukul 09.30 makan kecil atau buah
- Pukul 12.30 makan siang
- Pukul 15.30 makan kecil atau buah
- Pukul 18.30 makan malam
- Pukul 21.30 makan kecil atau buah
Jadwal ini dapat berubah asalkan intervalnya tetap 3 jam. Dalam melaksanakan diet diabetes sehari-hari, hendaknya diikuti pedoman “3J” (Jumlah, Jadwal, Jenis), artinya:
J1: Jumlah kalori yang diberikan harus habis.
J2: Jadwal diet harus diikuti sesuai dengan intervalnya, yaitu 3 jam.
J3: Jenis makanan manis harus dihindari, termasuk buah golongan A yaitu anggur, duku, durian, jeruk manis, mangga, nanas, sawo, rambutan, sirsak, nangka masak, kurma, melon, pisang tanduk, pisang mas dan pisang raja.

Untuk mengetahui kebutuhan kalori, komposisi makanan yang harus dimakan serta penanganan diabetes mellitus dengan komplikasi, maka hubungu ahli gizi anda.

-Semoga Bermanfaat-
Selengkapnya...

Jumat, 17 September 2010

7 Kebiasaan Makan yang Bikin Diet Gagal


Begitu banyak godaan yang terjadi ketika Anda sedang memancang niat mengatur pola makan. Entah acara ulang tahun di kantor atau keluarga yang sering mengajak makan di luar. Jelas situasinya menjadi tantangan tersendiri bagi Anda. Siapa yang tahan untuk tidak ikut mencicipi kue sus, cookies, atau bebek goreng yang sedang disantap teman Anda.

Tanpa Anda sadari, Anda sedang mengacaukan rencana diet Anda sendiri. Masih ada beberapa kebiasaan lain yang perlu dibenahi agar program diet Anda tidak terhambat.

1. Anda tidak suka menyisakan makanan
Memang jadi merasa bersalah kalau kita tidak menghabiskan makanan yang sudah dipesan atau kita ambil sendiri saat bersantap di restoran buffet. Tetapi, bila Anda merasa ingin bertanggung jawab dengan makanan tersebut, akibatnya lingkar pinggang memang jadi melar. Solusinya, "Taruhlah sedikit makanan pada piring Anda. Anda akan merasa puas dengan jumlah makanan yang lebih kecil," kata Nancy Braack, Ketua Weight Watchers, di Omaha. Jika porsi makanan yang Anda pesan terlalu besar, mintalah sebagian makanan Anda untuk dibungkus. Gampang, kan?

2. Anda terlalu membatasi diri dari makanan yang tidak sehat
Dalam sebuah penelitian yang melibatkan 30 wanita dengan berat badan normal, setengah dari mereka diberikan cokelat yang tak terbatas untuk dimakan. Setengah yang lain tidak diizinkan mengonsumsi cokelat tersebut. Setelah kelompok kedua diizinkan mengonsumsi cokelat, mereka cenderung akan makan lebih banyak daripada kelompok pertama.

Karena itu, biarkan diri Anda sesekali menikmati makanan favorit Anda. Anda cukup mengamati label kemasan untuk melihat informasi gizinya, seperti "rendah lemak" atau "bebas gula". Hal tersebut dapat membuat Anda berpikir untuk makan lebih banyak daripada biasanya.

3. Anda ingin makan apa yang dimakan orang lain
Mungkin teman Anda tetap kurus meskipun senang menyantap burger dan kentang goreng hampir setiap hari. Namun, tidak berarti Anda juga dapat mengonsumsi hal yang sama setiap hari. Sebab, beberapa orang lahir dengan metabolisme yang lebih cepat daripada yang lainnya, kata John M. O'Brien, MD, profesor kedokteran keluarga di University of Michigan Health System. Faktor genetik dan kondisi medis tertentu memengaruhi metabolisme. Amati juga, apakah Anda juga rajin berolahraga seperti teman Anda itu? Pelajari apa yang membuat teman Anda bisa tetap ramping. Setelah itu, Anda baru bisa menikmati setiap makanan tanpa merasa bersalah.

4. Anda tidak mau repot memasak
Anda mungkin tidak bisa memasak atau tidak suka kerepotan yang ditimbulkan selama dan sesudah memasak. Oleh karena itu, Anda memilih membeli makanan dari luar. Marla Cilley, penulis buku Body Clutter, menyarankan agar Anda memasak, lalu menyimpan seporsi kecil di lemari es untuk disantap belakangan. Dengan demikian, Anda tidak perlu repot-repot memasak sesuatu lagi ketika Anda kelaparan pada tengah malam. Anda juga dapat memanfaatkan slow cooker, di mana Anda tinggal memasukkan bahan-bahannya pada pagi hari dan membiarkannya masak hingga Anda pulang bekerja petang hari.

5. Anda tidak cukup tidur
Berdasarkan penelitian dari Howard Hughes Medical Institute di Stanford University, semakin Anda mengurangi jam tidur Anda, tubuh Anda akan semakin kekurangan leptin, hormon yang membantu menurunkan berat badan. Ketika Anda kurang tidur, hormon ghrelin, yang merangsang nafsu makan lebih tinggi akan meningkat. Jika Anda tidak dapat tidur nyenyak pada malam hari, coba untuk tidur siang sebentar esoknya.

6. Anda melewatkan sarapan
Hanya karena Anda tidak sarapan, tidak berarti Anda menghemat kalori dalam jumlah besar. Justru Anda menjadi sangat lapar dan akan menelan apa pun yang dapat Anda makan pada waktu berikutnya. Hal ini disebabkan, gula darah Anda merosot, membuat Anda merasa lapar, emosional, dan Anda mungkin merasa oke-oke saja untuk mengonsumsi lebih banyak. Ditambah lagi, bila Anda tidak makan, tubuh Anda berpikir tidak ada sumber makanan tersedia. Sebagai hasilnya, metabolisme Anda bergerak lambat sekali. Anda tahu kan, semakin lambat metabolisme, semakin sulit Anda menurunkan berat badan.

7. Anda mengira memiliki metabolisme yang lambat sehingga makan sedikit saja
Setidaknya Anda membutuhkan 1.500 kalori setiap hari. Namun, jika metabolisme sangat lambat, Anda mungkin dapat mengonsumsi 1.200 kalori per hari, dilengkapi dengan multivitamin dan dua pil kalsium 500 mg. Selain itu, pastikan pilihan makanan Anda tetap bergizi (dengan sayuran, buah-buahan, biji-bijian, daging, dan lemak sehat). Untuk sementara, lupakan dulu junk food. Coba juga menyantap makanan dalam porsi kecil tetapi lebih sering sepanjang hari. Hal ini akan mencegah gula darah Anda turun drastis.

Sumber : www.kompas.com
Selengkapnya...