13 Pesan Umum Gizi Seimbang (PUGS) : 1. Makanlah beraneka ragam makanan. 2. Makanlah makanan untuk memenuhi kecukupan energi. 3. Makanlah makanan sumber karbohidrat setengah dari kebutuhan energi. 4. Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari kebutuhan energi. 5. Gunakan garam beriodioum. 6. Makanlah makanan sumber zat besi. 7. Berikan ASI saja kepada bayi sampai umur 4 bulan. 8. Biasakan makan pagi. 9. Minumlah air bersih dan aman yang cukup jumlahnya. 10. Lakukan kegiatan fisik dan olahraga secara teratur. 11. Hindari minum minuman beralkohol. 12. Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan. 13. Bacalah label makanan yang dikemas.

Minggu, 08 Mei 2011

Alergi Makanan, Apa dan Bagaimana...???

Apa itu alergi makanan…???
Alergi makanan merupakan reaksi kepekaan yang terjadi pada bagian-bagian tertentu dari tubuh manusia terhadap beberapa jenis makan tertentu. Alergi makanan merupakan salah satu masalah yang penting pada anak, karena makanan merupakan suatu zat yang mutlak diperlukan pada tumbuh kembang anak. Bila anak mempunyai alergi terhadap bahan makanan utama yang sangat diperlukan pada proses tumbuh kembangnya, maka keadaan ini akan merugikan di kemudian hari.

Lalu, apa bedanya alergi makanan dengan intoleransi makanan…???
Alergi makanan bukan termasuk intoleransi makanan. Gejala yang timbul dari alergi makanan disebabkan oleh makanan yang masuk melalui oral (mulut) maupun melalui suntikan. Sedangkan intoleransi makanan terjadi jika setelah pemasukan makanan tertentu dan tidak terjadi jika makanan diberikan melalui suntikan. Intoleransi makanan biasanya disebabkan oleh defisiensi atau kekurangan suatu enzi dalam tubuh, gangguan pencernaan maupun reaksi psikologis.

Bagaimana alergi makanan terjadi…???
Alergen yang terdapat pada makanan adalah komponen utama terjadinya alergi makanan. Alergen ini berupa protein yang tidak rusak pada saat proses memasak, dan tidak rusak pada saat berada di keasaman lambung. Akibatnya alergen dapat melenggang mulus di dalam tubuh masuk ke peredaran darah mencapai organ yang menjadi targetnya guna menimbulkan reaksi alergi. Mekanisme terjadinya alergi makanan melibatkan sistem imun dan herediter/keturunan.
Alergi makanan merupakan reaksi hipersensitif yang artinya sebelum reaksi alergi terhadap alergen pada makanan muncul, seseorang harus pernah terkena alergen yang sama sebelumnya. Pada saat pertama kali terkena, alergen akan merangsang limfosit (bagian dari sel darah putih) untuk memproduksi antibodi (IgE) terhadap alergen tersebut. Antibodi ini akan melekat pada sel Mast jaringan tubuh manusia. Jika kelak orang tersebut memakan makanan yang sama maka antibodi ini akan menyuruh sel Mast untuk melepaskan histamin. Zat kimia yang bernama histamin inilah yang menyebabkan gejala alergi makanan.

Apa saja gejala yang timbul…???
Gejala yang timbul akibat alergi makanan bervariasi tergantung antigen yang menyebabkan reaksinya. Gejala dapat muncul beberapa menit setelah makan atau berjam jam kemudian. Biasanya gejala yang timbul pada sisitem pernafasan seperti asma, brochitis dan rhinitis. Sedangkan gejala yang timbul pada sistem pencernaan seperti rasa mual, muntah, diare, dan nyeri perut. Namun, gejala alergi yang paling ditakutkan dikenal dengan nama anafilaktik syok. Gejala ini ditandai dengan tekanan darah yang menurun, kesadaran menurun, dan bila tidak ditangani segera dapat menyebabkan kematian.

Lalu, makanan apa yang biasanya sering menimbulkan alergi…???Pada orang dewasa : makanan laut seperti kerang, udang, lobster, kepiting, cumi cumi, dan ikan. Beberapa jenis kacang kacangan seperti kacang kenari, kacang tanah. Yang paling sering ditemukan adalah alergi telur.
Pada anak anak : Pola alergi yang terjadi terkadang berbeda dengan orang dewasa. Makanan yang sering menimbulkan alergi pada anak adalah telur, susu, kacang tanah, dan buah buahan seperti tomat dan stroberi.

Tes apa saja yang dilakukan untuk mengetahui alergi makanan…???
Terdapat beberapa cara yang dilakukan untuk mengetahui alergi makanan. Salah satunya dengan tes diet yang terdiri dari eliminasi dan provokasi. Tes diet eliminasi adalah dengan memberikan makanan yang memiliki daya alergenik rendah. Tes diet ini dilakukan selama 3 minggu, setelah itu dilakukan tes diet provokasi yaitu dengan memberikan makanan yang memiliki daya alergenik tinggi.

Bagaimana pengaturan makan bagi orang yang memiliki alergi…???

Menghindari makanan yang menjadi penyebab alergi merupakan hal yang paling utama dalam penanganan alergi makanan. Setelah diketahui jenis makanan yang menyebabkan alergi maka makanan tersebut harus segera dihapuskan dari daftar menu sehari hari. Caranya adalah harus dapat membuat daftar makanan/kandungan makanan yang ia makan sehari hari. Ketika alergi muncul, maka ia dapat melihat kembali apa apa saja yang ia makan sebelum munculnya alergi. Bila sudah ditemukan, segera hapus jenis makanan tersebut dari daftar menu.
Bila gejala alergi telah muncul maka perlu dilakukan pengobatan terhadap gejala yang timbul. Misalnya dengan pemberian obat antihistamin untuk mengatasi gejala pada kulit, saluran cerna, asma, bersin dan rasa tidak enak pada hidung. Bila gejala yang timbul sangat berat, segeralah membawa pasien tersebut ke dokter atau rumah sakit terdekat.

Bagaimana menu makanan orang yang memiliki alergi…???
Orang yang memiliki alrgi sering dihadapkan antara dua pilihan yang sama-sama tidak enak mengenakkan. Pertama harus menghindari penyebab alergi makanan dengan mengkonsumsi makanan pengganti yang nilai gizinya tidak kalah bagus. Pilihan lainnya adalah tetap mengkonsumsi makanan penyebab alergi tetapi harus mengalami siksaan gejala alergi yang sangat mengganggu dan harus terus mengkonsumsi obat antihistamin. Dari dua pilihan tersebut tampaknya menghidari penyebab alergi makanan adalah pilihan yang relatif lebih menguntungkan.
Karena makanan penyebab alergi pada umumnya bergizi tinggi, maka sebaiknua harus dicari makanan pengganti yang relatif aman yang nilai gizinya tidak kalah bagusnya. Misalnya, ayam dan telur diganti daging sapi, tahu dan tempe atau mentega diganti margarin, susu sapi bisa diganti susu kedelai dan sebaginya.
Namun, alergi pada anak dapat membuat orang tua kebingungan karena merasa menu makanan pada penderita alergi sangat terbatas sehingga sering timbul kebosanan. Bila kita cermat dalam menyususn menu makanan, maka masalah pemberian makanan pada anak-anak aleri dapat diatasi tanpa harus mengurangi nilai gizi dan makanan. Berikut ini salah satu contoh menu untuk anak yang memiliki alergi makanan:

Bagun tidur : Susu kedelai
Makan pagi : Nasi goreng + kerupuk
Snack pagi : Kue nagasari
Makan siang : Nasi
Pepes ikan mas
Tempe goreng
Sayur asem
Melon
Snack sore : Koktail
Makan malam : Nasi
Sate daging sapi
Tempe bacem
Tumis sayur
Susu Kedelai

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar