13 Pesan Umum Gizi Seimbang (PUGS) : 1. Makanlah beraneka ragam makanan. 2. Makanlah makanan untuk memenuhi kecukupan energi. 3. Makanlah makanan sumber karbohidrat setengah dari kebutuhan energi. 4. Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari kebutuhan energi. 5. Gunakan garam beriodioum. 6. Makanlah makanan sumber zat besi. 7. Berikan ASI saja kepada bayi sampai umur 4 bulan. 8. Biasakan makan pagi. 9. Minumlah air bersih dan aman yang cukup jumlahnya. 10. Lakukan kegiatan fisik dan olahraga secara teratur. 11. Hindari minum minuman beralkohol. 12. Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan. 13. Bacalah label makanan yang dikemas.

Jumat, 17 September 2010

Kapan Makanan Kadaluarsa?


Kerap ragu menggunakan bahan makanan dan bumbu dapur yang sudah lama tersimpan di dapur Anda? Berikut masa berlaku untuk bahan-bahan yang umum dipakai.

Tentu saja, semua tergantung dari kualitas barang saat dibeli. Karena itu, perhatikan benar tanggal kadaluarsa yang tertera di kemasan (jika ada). Jika bahan/bumbu sudah berubah warna dan aromanya, juga jika Anda merasa ragu, lebih baik dibuang saja.

* Tepung belum dipakai: lebih dari 12 bulan. Jika sudah pernah dipakai (dibuka), 6-8 bulan. Dengan catatan, kondisi tepung amat baik saat Anda beli.

* Gula belum dipakai: 2 tahun. Jika sudah dipakai, bisa tetap bertahan lama tapi kadang berubah rasa.

* Gula merah yang sudah dipakai: 4 bulan.

* Bumbu-bumbu utuh: bisa bertahan 12 bulan jika disimpan dengan baik dan benar.

* Paprika dan cabai merah bubuk: 2 tahun.

* Baking soda belum dipakai: 18 bulan, yang sudah dipakai: 6 bulan.

* Tepung kanji belum atau sudah dipakai: 18 bulan.

* Pasta kering belum dipakai: 2 tahun, sudah dipakai: 1 tahun.

* Mi kering belum dipakai: 2 tahun, sudah dipakai: 1-2 bulan.
* Salad dressing belum dipakai: 10-12 bulan, sudah dipakai: 3 bulan. Dengan catatan, disimpan di lemari pendingin.

* Madu belum dan sudah dipakai: 1 tahun.

* Kopi bubuk belum dipakai: 2 tahun, sudah dipakai: 2 minggu jika disimpan di lemari pendingin.

* Selai belum dipakai: 1 tahun, sudah dipakai: 6 bulan (disimpan di lemari pendingin).

* Selai kacang belum dipakai: 6-9 bulan, sudah dipakai: 2-3 bulan.
Selengkapnya...

10 Fakta Menarik tentang Telur


Sebagai bahan makanan, telur memenuhi kebutuhan gizi yang diperlukan tubuh. Rasanya enak, mudah dicerna, dan cocok dikonsumsi semua golongan umur, mulai dari bayi hingga para lansia. Kelebihan lain dari telur adalah bisa diolah menjadi berbagai jenis lauk pauk yang lezat.

Untuk mengenal lebih dekat sumber gizi yang murah ini, simak 12 fakta menarik tentang telur yang mungkin belum Anda ketahui.

1. Telur mempunyai nilai kegunaan protein (net protein utilization) 100 persen. Bandingkan dengan daging ayam (80 persen) dan susu (75 persen).

2. Kulit telur terbuat dari kalsium karbonat yang juga merupakan bahan dasar utama beberapa jenis antacids. Sekitar 9-12 persen berat telur terdiri dari kulitnya. Kulit telur juga memiliki pori-pori sehingga oksigen bisa masuk dan karbon dioksida serta hawa lembab keluar.

3. Putih telur terbuat dari protein yang disebut albumen dan juga mengandung niasin (vitamin B3), riboflavin (vitamin B2), klorin, magnesium, potasium, sodium dan sulfur. Putih telur ini mengandung 57 persen dari protein telur.

4. Warna kuning dari telur ditentukan oleh makanan ayam betina. Makin banyak padi-padian yang memiliki pigmen kuning dan oranye yang dimakan si ayam betina, makin kentallah warna kuning telurnya.

5. Warna telur juga bervariasi sesuai usia dan faktor lainnya. Menurut Egg Safety Center, Amerika, warna putih telur yang agak keruh justru menandakan bahwa telur itu segar. Warna putih yang jernih menandakan telur itu berasal dari ayam yang sudah tua. Hindari mengonsumsi telur yang warna putih agak merah muda atau berubah warna lain.

6. Terkadang ada sedikit darah dalam telur. Darah ini berasal dari pembuluh darah di kuning telur yang pecah. Namun, telur ini tetap aman dikonsumsi.

7. Ketika ditetaskan, suhu telur sekitar 40,5 derajat celsius. Semakin dingin, cairan di dalamnya akan mengendap dan terbentuk sel udara di antara dua lapisan telur.

8. Seekor ayam betina mampu bertelur 250-270 telur setiap tahunnya.

9. Sebagian besar rakyat Amerika lebih menyukai telur ayam yang berwarna putih. Di Indonesia, telur ayam kebanyakan berwarna coklat.

10. Dibandingkan dengan telur ayam, telur itik memiliki bau yang lebih amis dan kulitnya memiliki pori yang lebih besar sehingga lebih cocok dijadikan telur asin.
Selengkapnya...

Lebih Praktis dengan Makanan Kering


Saat perut harus diisi, tetapi waktu tak mendukung, yang paling pas menemani adalah lauk kering.

Lauk kering dibuat dengan maksud agar tahan lama alias sekali dibuat bisa dimakan untuk beberapa hari. Bicara soal rasa, tak kalah dengan makanan biasa, kok. Tugas Anda di rumah pun menjadi ringan, menghemat pengeluaran pula.

Biasanya makanan kering menjadi primadona ketika Anda tak sempat memasak atau sedang tak ada pembantu. Nah, apa saja bahan makanan yang bisa diolah menjadi lauk kering? Simak di sini!

Ikan teri: tambahkan teri dengan petai yang digoreng sampai kering atau kacang tanah goreng.

Tempe: di pasar atau di tukang sayur banyak penjual tempe yang menyediakan aneka irisan tempe, seperti memanjang ala korek api atau kotak-kotak. Memudahkan untuk dimasak, kan? Sampai rumah, tempe digoreng kering. Rasanya yang manis pasti disukai anak-anak.

Bihun: gunakan minyak banyak yang panas untuk menggoreng bihun, angkat, tiriskan. Hancurkan sedikit, bubuhi abon siap pakai. Lalu tumis sedikit bumbu balado yang ditambah gula pasir dan cuka masak. Setelah bumbu kental baru masukkan bihun goreng dan abon, aduk sampai rata.

Kentang: entah itu potongan korek api atau potongan tipis-tipis bentuk segitiga, Anda bisa menggorengnya hingga kering. Tambahkan teri jengki yang digoreng kering atau dengan dendeng manis. Bisa juga dengan ebi yang sudah dihaluskan dan dibumbui pedas manis.

Kelapa: sangrai kelapa sampai kering lalu buat menjadi serundeng. Tambahkan daging suwir atau kacang tanah kupas yang sudah digoreng. Campur sampai rata, masak dengan api kecil sambil diaduk hingga kering.


Berikut salah satu resep dari makanan kering diatas yaitu "Kering Tempe Pedas Manis"
Bahan :
400 gram tempe, iris kotak tipis
5 buah cabai merah keriting, iris tipis
200 ml air
Minyak secukupnya untuk menggoreng dan menumis

Bumbu
2 cabai merah besar, haluskan
4 butir bawang merah, haluskan
3 siung bawang putih, haluskan
2 lembar daun salam
2 cm lengkuas, memarkan
2 mata asam jawa, seduh air panas, sarung
2 sdm kecap manis
1 sdt garam
2 sdt gula pasir

Cara Membuat :
1. Goreng tempe dalam minyak panas hingga garing. Angkat, tiriskan.
2. Tumis bumbu yang dihaluskan bersama daun salam dan lengkuas hingga matang.
3. Tambahkan cabai merah keriting, air, air asam, kecap, garam dan gula. Masak hingga kuah benar-benar kental.
4. Masukkan tempe goreng garing, aduk-aduk. Angkat, sajikan.


SELAMAT MENCOBA ^_^



Dari berbagai sumber
Selengkapnya...

7 Kebiasaan Makan yang Bikin Diet Gagal


Begitu banyak godaan yang terjadi ketika Anda sedang memancang niat mengatur pola makan. Entah acara ulang tahun di kantor atau keluarga yang sering mengajak makan di luar. Jelas situasinya menjadi tantangan tersendiri bagi Anda. Siapa yang tahan untuk tidak ikut mencicipi kue sus, cookies, atau bebek goreng yang sedang disantap teman Anda.

Tanpa Anda sadari, Anda sedang mengacaukan rencana diet Anda sendiri. Masih ada beberapa kebiasaan lain yang perlu dibenahi agar program diet Anda tidak terhambat.

1. Anda tidak suka menyisakan makanan
Memang jadi merasa bersalah kalau kita tidak menghabiskan makanan yang sudah dipesan atau kita ambil sendiri saat bersantap di restoran buffet. Tetapi, bila Anda merasa ingin bertanggung jawab dengan makanan tersebut, akibatnya lingkar pinggang memang jadi melar. Solusinya, "Taruhlah sedikit makanan pada piring Anda. Anda akan merasa puas dengan jumlah makanan yang lebih kecil," kata Nancy Braack, Ketua Weight Watchers, di Omaha. Jika porsi makanan yang Anda pesan terlalu besar, mintalah sebagian makanan Anda untuk dibungkus. Gampang, kan?

2. Anda terlalu membatasi diri dari makanan yang tidak sehat
Dalam sebuah penelitian yang melibatkan 30 wanita dengan berat badan normal, setengah dari mereka diberikan cokelat yang tak terbatas untuk dimakan. Setengah yang lain tidak diizinkan mengonsumsi cokelat tersebut. Setelah kelompok kedua diizinkan mengonsumsi cokelat, mereka cenderung akan makan lebih banyak daripada kelompok pertama.

Karena itu, biarkan diri Anda sesekali menikmati makanan favorit Anda. Anda cukup mengamati label kemasan untuk melihat informasi gizinya, seperti "rendah lemak" atau "bebas gula". Hal tersebut dapat membuat Anda berpikir untuk makan lebih banyak daripada biasanya.

3. Anda ingin makan apa yang dimakan orang lain
Mungkin teman Anda tetap kurus meskipun senang menyantap burger dan kentang goreng hampir setiap hari. Namun, tidak berarti Anda juga dapat mengonsumsi hal yang sama setiap hari. Sebab, beberapa orang lahir dengan metabolisme yang lebih cepat daripada yang lainnya, kata John M. O'Brien, MD, profesor kedokteran keluarga di University of Michigan Health System. Faktor genetik dan kondisi medis tertentu memengaruhi metabolisme. Amati juga, apakah Anda juga rajin berolahraga seperti teman Anda itu? Pelajari apa yang membuat teman Anda bisa tetap ramping. Setelah itu, Anda baru bisa menikmati setiap makanan tanpa merasa bersalah.

4. Anda tidak mau repot memasak
Anda mungkin tidak bisa memasak atau tidak suka kerepotan yang ditimbulkan selama dan sesudah memasak. Oleh karena itu, Anda memilih membeli makanan dari luar. Marla Cilley, penulis buku Body Clutter, menyarankan agar Anda memasak, lalu menyimpan seporsi kecil di lemari es untuk disantap belakangan. Dengan demikian, Anda tidak perlu repot-repot memasak sesuatu lagi ketika Anda kelaparan pada tengah malam. Anda juga dapat memanfaatkan slow cooker, di mana Anda tinggal memasukkan bahan-bahannya pada pagi hari dan membiarkannya masak hingga Anda pulang bekerja petang hari.

5. Anda tidak cukup tidur
Berdasarkan penelitian dari Howard Hughes Medical Institute di Stanford University, semakin Anda mengurangi jam tidur Anda, tubuh Anda akan semakin kekurangan leptin, hormon yang membantu menurunkan berat badan. Ketika Anda kurang tidur, hormon ghrelin, yang merangsang nafsu makan lebih tinggi akan meningkat. Jika Anda tidak dapat tidur nyenyak pada malam hari, coba untuk tidur siang sebentar esoknya.

6. Anda melewatkan sarapan
Hanya karena Anda tidak sarapan, tidak berarti Anda menghemat kalori dalam jumlah besar. Justru Anda menjadi sangat lapar dan akan menelan apa pun yang dapat Anda makan pada waktu berikutnya. Hal ini disebabkan, gula darah Anda merosot, membuat Anda merasa lapar, emosional, dan Anda mungkin merasa oke-oke saja untuk mengonsumsi lebih banyak. Ditambah lagi, bila Anda tidak makan, tubuh Anda berpikir tidak ada sumber makanan tersedia. Sebagai hasilnya, metabolisme Anda bergerak lambat sekali. Anda tahu kan, semakin lambat metabolisme, semakin sulit Anda menurunkan berat badan.

7. Anda mengira memiliki metabolisme yang lambat sehingga makan sedikit saja
Setidaknya Anda membutuhkan 1.500 kalori setiap hari. Namun, jika metabolisme sangat lambat, Anda mungkin dapat mengonsumsi 1.200 kalori per hari, dilengkapi dengan multivitamin dan dua pil kalsium 500 mg. Selain itu, pastikan pilihan makanan Anda tetap bergizi (dengan sayuran, buah-buahan, biji-bijian, daging, dan lemak sehat). Untuk sementara, lupakan dulu junk food. Coba juga menyantap makanan dalam porsi kecil tetapi lebih sering sepanjang hari. Hal ini akan mencegah gula darah Anda turun drastis.

Sumber : www.kompas.com
Selengkapnya...

Jumat, 27 Agustus 2010

Tetap Sehat, Cantik dan Langsing Selama Puasa


Tidak terasa bulan Ramadhan kembali datang. Bagi umat Muslim, pada bulan yang suci ini diwajibkan untuk berlapar-lapar puasa selama sebulan penuh, dari mulai dini hari (imsak) sampai senja (magrib). Puasa sebetulnya tidak hanya menahan diri dari rasa haus dan lapar saja, tapi juga dari berbagai nafsu, seperti nafsu amarah, nafsu bergosip, dan lainnya. Selain itu bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah, karena pada bulan ini pintu surga dibuka lebar, memberi motivasi pada umat Muslim untuk berlomba-lomba berbuat kebaikan dan lebih padat beribadah.

Mengubah ritme tidur karena padatnya ibadah dan juga pola makan setelah menjalani 11 bulan rutinitas biasa kadang menjadi masalah tersendiri.
Belum lagi melirik menu berbuka puasa yang bermacam ragamnya, dan menjamurnya pasar-pasar kaget yang menjual penganan khas berbuka yang mudah ditemui di pinggir jalan, pastinya sangat menggoda untuk menyantapnya setelah seharian penuh berpuasa. Walhasil, sering kali bulan puasa juga diramaikan oleh keluhan. Mulai stamina yang loyo, gangguan pencernaan, sampai naiknya bobot badan dan program diet yang berantakan. Waduh!


Puasa Bikin Lemas?

Kita terbiasa berpikir dengan berpuasa, banyak waktu makan yang harus "hilang", yaitu sarapan dan makan siang. Dan pola pikir demikian ternyata men-sugesti kita untuk merasa lemas saat menjalani puasa, terutama saat siang sampai menjelang waktu berbuka.

Memperbanyak asupan serat pada saat sahur adalah salah satu cara mencegah cepat datangnya 'kukuruyuk' di perut. Serat bisa diperoleh dari buah-buahan, sayur-sayuran, atau karbohidrat berserat seperti oatmeal. Serat atau karbohidrat kompleks memiliki efek mengenyangkan karena mampu mengembang dalam lambung. Namun serat juga lebih lama dicerna dibandingkan dengan karbohidrat sederhana, protein dan lemak. Artinya, serat akan lebih lama tertinggal di lambung dibanding zat gizi lainnya. Karena itu perut akan terasa lebih lama kenyang, dan kadar gula darah juga lebih terjaga.

Untuk menghindari lemas, Anda juga bisa mengkonsumsi segelas susu saat sahur. Sebaiknya konsumsi pula suplemen yang mengandung vitamin B kompleks agar metabolisme Anda semakin oke. Saat sahur memang disunahkan untuk makan sahur mendekati waktu imsak, oleh karena itu lakukan makan sahur Anda kira-kira 15-30 menit sebelum imsak, dan makanlah serat di saat-saat terakhir makan sahur Anda. Selain "mengirit" waktu cerna makanan, sahur sebelum imsak sangat baik untuk mencegah terlewatnya shalat Subuh.


Puasa Tanpa Gangguan Pencernaan?

Keluhan yang paling sering terdengar saat puasa adalah gangguan berupa maag dan heartburn. Heartburn adalah rasa panas di ulu hati, yang kadang disertai dengan rasa kaku atau keram pada otot perut. Biasanya muncul apabila saat perut penuh, tubuh tidak beraktivitas kembali. Misalnya jika Anda langsung tidur setelah makan sahur. Sebetulnya kedua keluhan ini tidak perlu terjadi, selama Anda tahu bagaimana menyikapi pola kerja saluran pencernaan Anda.

Minum obat maag, terutama bagi Anda yang memang memiliki penyakit maag, adalah hal yang tidak boleh terlupakan. Obat maag dapat diminum saat berbuka dan sahur. Saat berbuka, batalkan puasa dengan segelas air atau minuman manis - usahakan tidak minum minuman yang bersuhu dingin atau terlalu panas - lalu minumlah dahulu obat maag. Tunggu sekitar sepuluh atau lima belas menit, lalu santaplah hidangan pembuka yang ringan atau segelas susu. Sebaiknya tidak langsung menyantap makanan utama segera setelah berbuka, karena saat kosong dalam waktu yang lama, otot-otot lambung tidak 'siap' menerima volume makanan dalam ukuran besar. Sebetulnya dengan menyantap hidangan pembuka yang ringan seperti semangkuk kecil kolak hangat, atau segelas susu, sudah cukup memberi energi sampai satu jam ke depan. Karena itu tak ada salahnya Anda shalat tarawih dahulu sebelum menyantap makanan utama. Selain itu jika Anda tarawih dalam keadaan perut penuh, Anda akan merasa sebah atau mual karena lambung belum siap mencerna dan mendorong makanan ke usus.

Pada saat sahur, obat maag dapat diminum sesaat sebelum imsak - jika Anda makan sahur kira-kira 30 menit sebelum imsak - atau setengah jam sebelum Anda makan sahur, ini jika Anda memilih makan sahur mendekati waktu imsak.

Apabila Anda memang memiliki riwayat penyakit maag, sebaiknya hindari makanan dan minuman yang dapat merangsang ekskresi asam lambung, seperti makan makanan yang bercita rasa asam, atau minum kopi dan teh terutama pada saat sahur.

Pada hari pertama dan kedua, mungkin gangguan pencernaan masih terbilang wajar karena perut dalam keadaan 'kaget'. Namun jika berlangsung terus menerus, tentunya ada yang salah dengan pola makan Anda. Sebaiknya perhatikan kembali pola makan Anda.


Puasa Bikin Kulit Kering?


Saat berpuasa, memang sangat wajar apabila asupan minuman cenderung menjadi berkurang, karena biasanya kita lebih 'bersemangat' untuk mengganyang makanan daripada minum air. Padahal kurangnya asupan air bisa menyebabkan Anda kekurangan cairan, apalagi jika aktivitas Anda termasuk padat, banyak berkeringat, atau bahkan Anda menghabiskan waktu kerja Anda di dalam ruangan ber-AC. Kurangnya asupan air, ditambah dengan ruangan ber-AC, akan membuat kulit Anda menjadi kering, bahkan bisa sampai pecah-pecah.

Seharusnya puasa tidak perlu menghilangkan 'jatah minum' Anda. Anda bisa, kok, menyiasati asupan 6-8 gelas sehari. Misalnya, minumlah segelas air secara perlahan pada saat membatalkan puasa. Setelah Anda menyantap makanan pembuka yang umumnya bercita rasa manis, usahakan minum kembali segelas air. Saat Anda menyantap makanan utama, usahakan Anda meminum setidaknya dua gelas air. Lalu sebelum tidur, minumlah lagi segelas air.

Pada saat sahur, minumlah setidaknya dua gelas air. Satu gelas saat Anda selesai makan sahur, dan satu gelas lagi sesaat sebelum imsak. Air yang Anda minum tidak harus air putih, tetapi Anda dapat mengkombinasinya dengan susu atau air teh yang ringan (bukan teh kental). Minumlah secara perlahan supaya tidak terasa 'memaksa'.

Pada waktu beraktivitas, jangan lupa gunakan selalu pelembab kulit dan bibir, terutama jika Anda harus beraktivitas di ruangan ber-AC. Gunakan kembali pelembab setelah kulit Anda terbasuh, misalnya setelah ber-wudhu. Berwudhu juga salah satu cara agar kulit Anda tetap lembab dan terbasahi. Pelembab dapat menjaga kadar air kulit dan mencegah penguapan berlebihan, dengan demikian kulit Anda akan tetap lembab dan terjaga dari kekeringan.


Puasa Merusak Diet?

Hmmm… pertanyaan ini biasanya ditujukan bagi Anda yang terbiasa 'balas dendam' saat berbuka, sedangkan Anda sedang menjalani program diet, atau mungkin sedang menjaga bobot tubuh Anda agar tetap ideal. Padahal puasa justru bisa menjadi pola diet baru bagi Anda. Dan jika dilakukan dengan benar, maka setidaknya Anda bisa menurunkan 0,5 - 1 kg perminggu, artinya bisa sampai 4 kg perbulan!

Caranya adalah dengan memilih pola makan yang tepat saat sahur dan berbuka. Seberat apapun mata Anda terbuka saat waktu sahur tiba, sebaiknya Anda tetap paksakan diri untuk bangun karena pada saat sahur Anda akan menyuplai zat gizi yang tidak akan Anda dapatkan di siang hari saat Anda berpuasa. Menu sahur haruslah bergizi dan seimbang, terdiri dari karbohidrat, protein dan serat (sayuran atau buah-buahan). Makan sahurlah kira-kira setengah jam sebelum imsak, dan di 15 menit terakhir konsumsilah buah-buahan atau sayur-sayuran. Seperti yang telah dijelaskan di atas, serat akan menjaga agar lambung Anda tetap penuh, dan kadar gula darah Anda tidak drop, sehingga Anda tidak terlalu lapar. Makanlah sampai Anda merasa cukup, dan tidak terlalu kenyang.

Pada saat berpuasa, usahakan tetap beraktivitas. Jangan lemas atau tidur seharian. Karena dengan beraktivitas, tubuh membutuhkan energi, dan karena tidak ada makanan yang masuk, maka energi tersebut didapat dari simpanan lemak di tubuh kita. Inilah alasan mengapa Anda bisa berdiet selama puasa. Selain itu, pada saat puasa, saluran pencernaan yang selama ini bekerja keras mencerna makanan, diberi waktu beristirahat selama 14 jam. Ini membuat saluran pencernaan menjadi lebih bersih, dan tubuh terasa lebih bugar.

Pada saat berbuka, hindari balas dendam. Balas dendam hanya akan menimbun kembali kalori yang berhasil Anda 'buang' saat berpuasa siang. Dalam agama Islam disunahkan berbuka dengan yang manis-manis, namun dalam kasus ini hindari sebisa mungkin gula (sukrosa), seperti teh manis, sirup atau kolak. Anda bisa mendapatkan minuman manis dari air sari buah (jus). Kandungan gula sari buah dapat menaikkan kadar gula dengan cepat, namun tidak merangsang produksi insulin. Alternatif lainnya adalah dengan mengkonsumsi buah kurma, karena buah kurma kaya akan gula buah yang baik untuk meningkatkan kadar gula darah. Setelah Anda mengonsumsi sari buah, tubuh akan terasa lebih segar dan bertenaga. Lakukanlah ibadah shalat Magrib terlebih dahulu, kemudian barulah Anda bersantap hidangan utama. Pilihlah menu yang seimbang antara karbohidrat, protein dan serat. Ingat, santaplah dengan menu secukupnya, jangan berlebihan.

Berlatih mengendalikan diri terhadap hawa nafsu - termasuk juga 'nafsu makan' lho - dan memperbanyak ibadah, serta berbagi dengan sesama yang lebih membutuhkan, adalah hakikat puasa yang sebenarnya. Bukan sekadar menahan haus dan lapar saja. Jadi, pahala dapat, sehat pun dapat, siapa yang tidak mau?


Sumber : mediasehat.com Selengkapnya...

Rabu, 28 Juli 2010

Khasiat Kulit dan Buah Anggur


Rasa anggur yang menyegarkan, membuatnya banyak diminati. Nyatanya buah itu juga dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti tekanan darah tinggi, lemah jantung dan masalah kulit.

Pada tahun 1870, Dr. John Harvey Kellog, memberikan resep anggur untuk berbagai penyakit. Untuk kesembuhan, dia hanya memberikan resep makan buah anggur dengan takaran tertentu.

Menurut The George Mateljan Foundation, anggur memiliki nilai gizi yang sangat luar biasa. Tiap 100 gram anggur paling tidak 25 komponen gizi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Kandungan mineral dalam anggur yang memiliki manfaat kesehatan bagi tubuh antara lain mangan. Zat itu sangat diperlukan tubuh dalam sintesis energi sehingga dapat membantu menjaga kestabilan gula dalam darah. Mangan juga diperlukan tubuh untuk metabolisme lemak dan pembentukan jaringan ikat dan tulang.

Anggur disebut mengandung karotenoid dan likopen yang tinggi. Kedua zat kimia tersebut dikenal luas akan kemampuannya menghambat berbagai penyakit tubuh. Kandungan antioksidan dalam anggur tersebut sudah diyakini kalangan luas sebagai pelindung sel dari radikal bebas penyebab penyakit degeneratif, seperti penyakit jantung, kanker, dan beberapa penyakit akibat penuaan.

Kandungan vitamin C, B6, K dan B1 dalam anggur juga tinggi dengan khasiat yang luar biasa bagi tubuh. Vitamin C buah anggur dapat meningkatkan imunitas dan penyembuhan luka. Kandungan B6 pada anggur juga sangat penting untuk otak agar dapat berfungsi normal.

Kulit anggur juga memiliki kandungan resveratrol yang merupakan sumber penting dari flavonoids, termasuk katekin, quercetin, prosianidin, dan antosianin.

Resveratrol ditemukan pada sebagian besar kulit buah anggur. Penelitian beberapa tahun terakhir menyimpulkan, resveratrol kemungkinan dapat membantu awet muda dan mencegah kanker.

Khasiat lain yang dimiliki anggur adalah untuk mengatasi kelelahan dan hipoglikemi karena kandungan gula alaminya yang sangat tinggi, terutama dalam bentuk glukosa dan fruktosa. Jus anggur dipercaya dapat mencegah dan membantu penyembuhan beberapa penyakit infeksi virus seperti influenza, polio dan herpes.

Selain itu, biji anggur juga diyakini mengandung mineral, seng dan mangan yang bermanfaat bagi tubuh.

Kini mengonsumsi anggur, tak perlu lagi membuang kulit dan bijinya untuk memperoleh manfaat maksimal.


Sumber : www.gizi.net Selengkapnya...